TATA KRAMA(ETIKA)


A. Pengertian Tata Krama

Tata krama terediri atas kata Tata Artinya adat, norma atau aturan dan Krama artinya sopan santun atau aturan tindakan. Jadi tata karama artinya norma kebiasaan yang mengatur sopan santun dan disepakati oleh lingkungan. Sistem pengaturan dalam pergaulan yang harus memiliki sikap saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun.

Menurut para ahli tata karma/ etika tidak lain adalah prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :

Drs. O. P Simorangkir
Tata karma atau etika sebagai pandangan manusia dalam berpengaruh dalam berpakaian menurut ukuran dan nilai yang baik

Drs. Sidi Gajalba
Dalam sisitematika filsafat , tata krama adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik maupun buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

Drs. H. Burhanudin Salam
Tata karma atau etika adalah filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma yang prilaku manusia dalam hidupnya.

Bertens (1999 : 6)
Tata karma etika memiliki 3 arti yaitu
a.Etika dalam arti nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya.
b.Etika dalam arti kumplan asas atau nilai moral dimaksukan sebagai kode etik.
c.Etiks dalam arti ilmu tentang yang baik atau buruk.

Black (1990: 11)
Etika ilmu yang mempunyai cara manusia memperlakukan sesamanya dan apa hidup yang baik.

B.Manfaat Tata Krama

Adapun manfaat tata krama atau etika yaitu:

1.Ada membuat seseorang mengambil keputusan dalam suatu masalah dengan bijak.
2.Memberi pengenalan bagaimana menjalani hidup melalui rangkaian tindak sehari- hari.
3.Membuat anda menjadi disegani, dihormati.
4.Memudahkan hubungan baik dengan orang lain.
5.Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi.
6.Menjadikan anda dapat memelihara suasana yang baik dalam berbagai lingkungan, baik itu linkungan keluarga, pergaulan, dan dimana anda bekerja.

C. Tata Krama Dalam Pergaulan

Tata Krama dalam pergaulan merupakan atursn kehidupan yang mengalir hubungan antar manusia. Tata krama pergaulan berkaitan erat dengan etiket atau etika. Kata etiket berasal dari Perancis yaitu Etiquette yang berarti tata cara bergaul yang baik, dan etika berasal dari bahasa Latin Ehtic merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan, agama. Dalam setiap pergaulan perlu adanya komunikasi, karena hal ini akan menghasilkan penyampaian yang baik, seperti bagaiamana berbicara dengan orang yang lebih tua, berkenalan dengan sopan. Sopan santun atau tata krama merupakan kesadaran yang sensitive atau perasaan orang lain. Jika kita memiliki kesadaran tersebut, berarti kita memiliki sopan santun yang baik. Dalam tata krama juga memilikki dasar- dasar tata krama/ etika yaitu:

1.Bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja,
2.Memberi perhatian kepada orang lain.
3.Berusaha selalu menjaga perasaan orangn lain.
4.Bersikap ingin membantu.
5.Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi apappun.
6.Memilki rasa toleransi yang tinggi.

Dari dasar-dasar tata krama dalam pergaulan juga memiliki ciri seorang individu yang memiliki tata krama yang baik, antara lain :

1.Memiliki rasa percaya diri ketika mengadapi masyarakat dari tingkat manapun.
2.Tingkah laku dan ucapannya selalu mempertimbangkan serta mencerminkan perhatian kepada orang lain.
3.Bersikap sopan, ramah dan selalu menunjukan sikap mempertimbangkan seta mencerminkan perhatian kepada orng lain.
4.Bisa menguasai diri sendiri dan selalu ber4usaha tidak menyinggung, mengganggu, menyakiti perasaan dan pikiran orang lain.
5.Selalu berusaha tidak mengecewakan, membuat gusar apalagi membuat orang marah, walaupun diri sendiri dalam keadaan sedih, kesal, lelah ataupun jenuh.

Dalam menjalalani pergaulan yang penuh denagn tata krama perlu adanya kesadaran dalam diri. Akakn tetapi, disisi lain , peraturan di dunia ini adalah kesadaran. Anak usia 1,5 tahun mulai bias mengerti, orang lain mempunyai perasaan seperti halnya dirinya. Inilah sat yang tepat unutk memulai mendidik anak mengenai sopan satun atau dengan kata lain mengajarkan padanya mengenai perasaan orang lain. Untuk itu kita harus mendidiknya. Ada 5 hal yang sebaiknyadiajarkan pada usia dini daalam bertata krma, yakni :

1.Tolong

Kata ini sudah mulai bias diajarkan sejak anak berusia 1,5 tahun. Biasakan untuk “mengharuskannya” mengatakan “Tolong” jika menginginkan sesuatu. Jangna lupa beri anak contoh. Stiap kali minta bnatuan kepada siapa pun,jangan pernah lupa mengawalinya dengan kata “Tolong”.

2.Terima Kasih

Anak usia 18 bulan mungkin sudah dapat menngucapkan kata-kata ( meski masih cadel) dan tidak atau belum dapat menangkap arti yang sesungguhnya. Baru di saat berumur 22,5 tahun, anak dapat menghubungkan antara kata dan konsep arti9. Jika pada usia itu ia belum memiliki kebiasaan baik, didik dan biasakank unutk mengucapkan : Terima Kasih” jika menerima sesuatu dari orang lain.

3.Berbagi

Anak usia 2 tahunan mulai mengerti konsep atau arti berbagi, menunggu, giliran, walaupun mungkin tidak senang melakukannya. Dorongan anak untuk mau berbagi dengan teman-temannya saat mereka sedang bermain. Misalnya dengan memberikan mainan yang sama dan menawarkan satu kepada temannya.

4.Maaf

Apa yang bias diharapkan dari balita usia 1,5 tahun yang pengertiannya masih sangat mendasar? Dia pasti benar-benar sulit unutk mengerti, kenapa dia harus minta maaf. Tapi setelah dia berumur 2,5 – 3 tahun, dia akan mengerti konsep tersebut meski masih masih sangat sempit. Jika ia merebut main temannya, misalnya, beri pengertian padamya sambil bermain, bahwa tingkah lakunya salah dan harus minta maaf.

5.Di Meja Makan

Anak umur 3 tahun dapat makan denagn sendok dan garpu dan duduk manis di kursi di depan meja makan selama 15 – 20 menit. Ia juga sudah mampu membersihkan mulutnya dengan serbet/ tisu jika ad makanan menempel/ tercecer di mulutnya. Untuk melatihnys, selama masa balita, beri anak makanan dengan porsi kecil, jangan dengan piring ceper dan semangati anak unutk menggunakan alat – alalt makank yang diperlukan. Didik anak untuk tidak memainkan atau membuang makanan yang kebetulan tidak di sukainya atau karena kebanyakan, katakan padanya, “Kita tidak boleh membuang-buang makanan”. Ajarkan pula jika ditawari makanan, ia harus menjawab, “Ya, terima kasih” atau “ Tidak, sudah cukup. Terima kasih”.(Tabloid Nova).

Daftar Rujukan :
http//kawansejati.ee.itb.ac.id/tatakrama
http//ukimedia.wordpress.com/2007/05/06/tata-krama/
http//www12-iman.com/data-artikel/tataa-krama-01.doc.
http//noorazlia.tripod.com/tatakrama:htm

One thought on “TATA KRAMA(ETIKA)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s