PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA


PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Apa yang dimaksud dengan pendekatan? Beberapa pendapat dari para ahli apa yang dimaksud dengan pendekatan dalam pengajaran bahasa Indonesia. Edward M. Anthoni(1963:63-70) dalam Tarigan dkk. (2006:3.7) pendekatan adalah seperangkat asumsi korelatif yang menangani hakikat bahasa, pengajaran bahasa, dan pembelajaran bahasa. Pendekatan bersifat aksiomatik. Metode merupakan rencana keseluruhan penyajian bahan bahasa secara rapi, tertib, yang tidak ada bagian-bagiannya yang berkontradiksi dan kesemuanya didasarkan pada pendekatan terpilih. Metode bersifat prosedural.

Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi, menginsipirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran dalam http://garduguru.blogspot.com/2008/03/beda-strategi-model-metode-dan-teknik.html.Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung.

Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran tersebut dinamakan model pembelajaran. (Dr. Suyatno : 2008http://hoesnaeni.wordpress.com/2009/01/24/beda-strategi-model-pendekatan-metode-dan-teknik-pembelajaran/ )

Richards dan Rodgers (1986) dalam Tarigan dkk. (2006:3.7) menyempur-nakan pendapat Anthoni tersebut mereka menambahkan peranan guru, siswa, bahan, tujuan, silabus dan tipe kegiatan pembelajaran dan pengajaran pada segi metode, sehingga muncul istilah desain atau rancang-bangun. Istilah teknik diganti dengan istilah prosedur. Kaitan antara metode, pendekatan, desain dan prosedur dapat digambar seperti gambar diatas.

Pendekatan adalah asumsi bersifat aksiomatik mengenai hakikat bahasa, pengajaran bahasa, dan belajar bahasa yang digunakan sebagai landasan dalam merancang, melaksanakan proses belajar mengajar bahasa. Tarigan dkk. (2006) mengatakan pendekatan yang digunakan dalam pengajaran bahasa Indonesia adalah pendekatan tujuan, pendekatan komunikasi, pendekatan pragmatik, pendekatan CBSA, pendekatan ketrampilan proses, pendekatan spiral dan pendekatan lintas materi.

Pada kurikulum 1994 hanya tiga pendekatan digunakan secara eksplisit dalam pengajaran bahasa Indonesia yaitu pendekatan pendekatan komunikasi, pendekatan ketrampilan proses dan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Pendekatan tujuan dan pendekatan pragmatik digunakan implisit.

Menurut Tatat Hartati dkk. pendekatan merupakan seperangkat asumsi yang aksiomatik tentang hakikat bahasa, asumsi tentang bahasa bermacam-macam, antara lain asumsi menganggap bahasa sebagai kebiasaan, bahasa sebagai sistem komunikasi dan ada pula yang menganggap bahasa sebagai seperangkat peraturan dalam kaidah.Di bawah ini akan dibahas beberapa pendekatan yang selayaknya dipahami oleh guru-guru sekolah dasar, baik guru kelas maupun guru bidang studi.

1.Pendekatan Behaviorisme

Pendekatan ini berpandangan bahwa proses penguasaan kemampuan anak sebenarnya dikendalikan dari luar sebagai akibat dari berbagai rangsangan yang diterapkan lingkungankepada anak.

  1. Pendekatan Nativisme

Pendekatan ini berpandangan bahwa anak sudah dibekali secara ilmiah dengan apa yang disebut LAD (language acquisition device).

  1. Pendekatan Kognitif

Bahasa dalam pandangan kognitif distrukturlisasi dan dikendalikan oleh nalar. Dengan demikian kognitif sangat berpengaruh pada perkembangn bahasa.

  1. Pendekatan Interaksi Social

Inti pembelajaran dari interaksi sosial adalah pengaruh lingkungan dari proses interaksi, oleh karena itu siswa dituntut untuk mencari pertanyaan atau mencari masalah sendiri dan berusaha menyelesaikan masalah sendiri. Hal ini akan meningkatkan kreativitas dan berfikir kritis mereka.

  1. Pendekatan Tujuan

Pendekatan ini sering dikaitkan dengan cara belajar tuntas artinya jika suatu proses pembelajaran tuntas berarti kegiatan belajar mengajar dianggap berhasil dengan ketentuan sedikit-sediktnya 85% dari jumlah siswa yang mengikuti pelajaran itu minimal menguasi 75% dari bahan ajar yang diberikan guru.

  1. Pendekatan Struktural

Pendekatan ini berpandangan bahwa bahasa adalah data yang didengar atau ditulisuntuk dianalisis sesuai dengan tata bahasa.

  1. Pendekatan Komunikatif

Pendekatan ini didasarkan pada pandangan bahwa bahasa adalah sarana komunikasi, karena itu tujuan utama pengajaran bahasa adalah meningkatkan keterampilan berbahasa siswa.

  1. Pendekatan Pragmatik

Pendekatan ini mengutamakan keterampilan berbahasa dengan memperhatikan faktor-faktor penentu berbahasa, seperti: pemeran serta, tujuan, situasi, konteks juga aspek pengembangan seperti: moral, sosial, dan intelektual.

  1. Pendekatan Whole Language

Pendekatan ini berfungsi untuk mengembangkan dan mengajarkan bahasa yang dilaksanakan secara menyeluruhyang meliputi:

a.mendengarkan

b. berbicara

c.membaca

d. menulis

Di samping itu pendekatan ini juga mementingkan multimedia, lingkungan dan pengalaman belajar anak.

  1. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching And Learning Atau CTL)

Pendekatan ini merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dalam hal ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, serta bagaimana mencapainya.

  1. Pendekatan Terpadu

Pendekatan ini dalam bahasa hampir sama dengan pendekatan “whole language”, yang pada dasarnya pembelajaran bahasa senantiasa harus terpadu, dan tak terpisahkan antara keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis).

Disamping itu untuk kelas-kelas rendah pendekatan ini menggunakan lintas bidang studi, yang artinya pembelajaran bahasa Indonesia dapat disatukan dengan mata pelajaran lain.

  1. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Pendekatan ini merupakan suatu system pembelajaranyang menekankan kadar keterlibatan siswa secara fisik, mental, intelektual dan emosional untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Misal dalam pembelajaran membaca permulaan dikelas satu, dapat dilakukan secara individual, kelompok dan klasikal. Kegiatan secara individual dapat membaca nyaring (bagi siswa yang sudah lancar membaca).

  1. Pendekatan Keterampilan Proses

Keterampilan proses dalam mata pelajaran bahasa Indonesia meliputi kegiatan mengamati, menggolongkan, menafsirkan, menerapkan, dan mengkomunikasikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s