Profesi Guru dan Organisasi Profesi


A. Pengertian Profesi Guru

Istilah profesi senantiasa melekat kepada guru yang sesungguhnya merupakan jabatan profesional. Profesi sering dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang. Profesi adalah suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian para pemangkunya. Ada beberapa istilah yang bersumber pada profesi, yaitu profesional, profesionalisme, profesionalitas, dan profesionalisasi.

Profesional mempunyai arti yang mengacu kepada orang yang menyandang atau sebutan tentang penampilan seseorang yang mewujudkan kerjanya sesuai dengan profesi, serta pengakuan formal, maupun informal. Pengakuan formal diberikan oleh lembaga, sedangkan pengakuan informal diberikan oleh masyarakat dan para pengguna jasa sebagai profesi.

Guru yang profesional adalah guru yang telah mendapat pengakuan secara formal sesuai ketentuan yang berlaku, maupun latar belakang pendidikan. Pengakuan ini dalam bentuk, keputusan, ijazah, akta atau sertifikat. Misalnya “ Diploma II “ atau “ Strata 1”. Sebutan profesional didasarkan kepada aspek pengakuan formal dan aspek penampilan guru suatu jabatan atau pekerjaan.

Profesionalitas adalah sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya. Profesionalitas lebih menggambarkan keadaan seseorang dilihat dari sikap, pengetahuan, dan keahlian dalam melaksanakan tugasnya.
Profesionalisasi adalah suatu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi guru dalam mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar. Beberapa program profesionalisasi antara lain program pendidikan guru di LPTK mendidik calon guru yang profesional, program penyetaraan untuk membantu mencapai derajat kualifikasi profesional. Program ini diselenggarakan oleh lembaga dan organisasi terkait.

Makna Guru Sebagai Suatu Profesi
Guru adalah sebutan bagi jabatan, posisi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Guru profesional tercermin dari pengabdian tugasnya ditandai dengan keahlian dan rasa tanggung jawab dan rasa kesejawatan dengan sesamanya.

Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian baik yang materi maupun metode. Melalui tanggung jawab guru dituntut mampu memikul dan melaksanakan tugasnya sebagai guru kepada anak, orang tua, masyarakat , agama, bangsa dan Negara. Ciri yang lain guru hendaknya memiliki kejawatan, yaitu rasa kebersamaan sesame guru. Kesejawatan ini diwujudkan dalam persatuan guru melalui organisasi profesi dan perjuangan, yaitu PGRI.

Guru diharapkan mempunyai dan memiliki jiwa profesionalisme yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong dirinya sebagai petugas profesional. Kualitas profesional didukung lima kompetensi sebagai berikut.
1. Keinginan untuk selalu penampilan perilaku yang mendekati standar ideal. “Standar ideal” adalah suatu perangkat perilaku yang mencerminkan yang dipandang paling sempurna dan dijadikan rujukan( menjadi figure yang ideal )
2. Meningkatkan dan memelihara citra profesi.
Citra profesi adalah suatu gambaran terhadap profesi guru berdasarkan penilaian terhadap kerjanya
3. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan Keprofesionalan yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan ketrampilan.
4. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi
Guru yang memiliki profesional tinggi akan selalu aktif agar seluruh kegiatan dan perilakunya yang menghasilkan kualitas yang ideal.
5. Memiliki kebanggaan terhadap profesinya
Profesionalisme ditandai dengan kualitas rasa bangga akan profesi yang dipegangnya, memiliki dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya.

B. Organisasi Profesi
Untuk mewujudkan para anggota penyandang suatu profesi harus senantiasa berkomunikasi dalam satu wadah agar segala segi keprofesiannya dapat berkembang. Upaya ini diwujudkan melalui suatu organisasi profesi. Organisasi profesi mempunyai fungsi sebagai perwujudan keberadaannya di lingkungan masyarakat, memperjuangkan aspirasi dan kepentingan profesi, menetapkan standar perilaku profesional, melindungi seluruh anggota, meningkatkan kesejahteraan, dan mengembangkan kualitas pribadi dan profesi.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merupakan organisasi semua guru di Indonesia. Lahir pada tanggal 25 November 1945 di Solo, Jawa Tengah. Misi pertama adalah untuk mempertahankan, mengisi dan mewujudkan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945. Misi kedua adalah menyukseskan pembangunan nasional. Misi ketiga menyukseskan pendidikan nasional dan pengembangan sumber daya manusia. Misi keempat adalah memperjuangkan guru yang profesional. Misi kelima memperjuangkan kesejahteraan lahir batin tenaga kependidikan.

PGRI adalah suatu organisasi perjuangan dan profesi yang telah membuktikan dirinya sebagai suatu organisasi yang besar dan memiliki potensi. Potensi ini harus dikembangkan menjadi suatu prestasi yang memberi makna bagi anggota dan masyarakat bangsa Indonesia. Mendidik putra-putri bangsa untuk menjadi manusia yang seutuhnya adalah tugas pokok kaum guru.

C. Perilaku Profesi Guru

Peranan Guru
Peranan guru artinya keseluruhan tingkah laku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru. Di sekolah berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, dan sebagai pembimbing siswa. Di keluarga, berperan sebagai pendidik keluarga. Dan di masyarakat sebagai pembina masyarakat, pendorong masyarakat, dan pembaharu masyarakat.

Guru harus memiliki aktivitas pendidikan yang aktif bagi kepentingan masyarakat dan menguasai bahan ajar. Dari segi pribadi sebagai orang yang memiliki pengetahuan dan pelayan masyarakat dan pemberi contoh. Secara psikologis, guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, menciptakan hubungan baik antarsesama manusia.

1. Motivasi Guru
Penting bagi guru agar senantiasa memiliki motivasi yang kuat dalam perwujudan tingkah laku keguruan, selain itu keberhasilan melakukan tugas akan memberikan kepuasan. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja guru.
a. Imbalan kerja, berupa material, maupun nonmateri
b. Rasa aman dalam pekerjaan
c. Kondisi kerja yangbaik
d. Kesempatan mengembangkan diri
e. Hubungan pribadi dengan anak didik

2. Kompetensi Guru
Kompetensi ini mencakup kompetensi intelektual, fisik, pribadi, sosial, dan spiritual. Kompetensi intelektual adalah pengetahuan yang ada dalam diri individu berbagai aspek unjuk kerja sebagai guru profesional. Kompetensi fisik kemampuan fisik untuk keberhasilan melaksanakan perangkat tugasnya kompetensi.

2 thoughts on “Profesi Guru dan Organisasi Profesi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s