Dasar-dasar BIOTEKNOLOGI


A. Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi adalah upaya untuk merekayasa organisme atau komponen organisme untuk menghasilkan produk yang berguna bagi manusia. Di dalam bioteknologi terdapat :
1. Bahan yang dproses sebagai bahan masukan (input)
2. Mahluk hidup yang menyelenggarakan proses
3. Prinsip-prinsip ilmu yang mendasari semua proses
4. Hasil berupa produk atau sebagai keluaran (input).

Berikut skema pengertian bioteknologi :
PRINSIP BIOTEKNOLOGI
MASUKAN ——->PROSES———–> KELUARAN
Adapun alasan mahluk hidup digunakan dalam bioteknologi adalah :
1. Mahluk hidup dapat berkembang biak sehingga jumlahnya semakin banyak
2. Dapat diklona sehingga sifat tetap konstan
3. Dapat diubah sifatnya sesuai keinginan manusia
4. Dapat menghasilkan berbagai produk atau jasa.

B. Sejarah Perkembangan Bioteknologi
Penemuan di bidang yang kita anggap merupakan penemuan di bidang bioteknologi dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Tahun sebelum masehi : pemanfaatan ragi untuk membuat anggur, tapai, sake, dan bir.
2. Tahun 1500 : penggunaan mikroba untuk menghasilkan aseton dan butanol.
3. Tahun 1926 : penemuan antibiotik oleh Alexander Flemming.
4. Tahun 1953 : penemuan struktur DNA oleh Watson dan Crick. Mekanisme perpindahan informasi genetik.
5. Tahun 1962 : penemuan enzim restriksi (pemotong DNA).
6. Tahun 1972 : penemuan plasmid sebagai vector.
7. Tahun 1976 : pemetaan gen manusia.
8. Tahun 2000 : penemuan rekomendasi DNA di laboratorium .

Bioteknologi telah berkembang pesat berkat dukungan berbagai ilmu yaitu Mikrobiologi , Genetika, Biologi sel, Teknik kimia, Enzimologi, dan Biokimia. Contoh makanan yang difermentasi dan produknya yaitu yogurt yang berasal dari susu dengan bantuan mikroorganisme Streptococus thermophilus L. bulgaricus. Sedangkan contoh penggunaan biologi secara klasik salah satunya adalah keju dengan perananan jamur atau bakteri membuat dadih masak dan tahan lama, mikroba memberikan cita rasa khas keju.

C. Kultur Sel dan Jaringan
Setiap sel atau jaringan dapat ditumbuhkan menjadi individu baru. Sel daun, sel akar, atau batang tumbuhan dapat ditumbuhkan menjadi individu baru. Kemampuan demikian disebut totipotensi . Sel tumbuhan memiliki totipotensi yang lebih tinggi daripada sel hewan.
1. Medium kultur
Sel tumbuhan dapat dikultur (ditumbuhkan, dikembangkan) di dalam tabung suci hama (streril). Medium biasanya dibuat dari agar-agar yang diberi nutrisi untuk tumbuhan. Nutrisi harus mengandung unsur-unsur makro seperti C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg, dan Fe serta mengandung unsur-unsur mikro seperti Zn, Mn, Bo, Mo, Si, Al, Cl, dan Na. medium tidak diberi unsur murni tetapi dalam bentuk garam-garaman.

2. Kultur jaringan tumbuhan
Melakukan kultur jaringan hanya membutuhkan beberapa millimeter pucuk tumbuhan. Bagian yang akan dikultur disebut eksplan. Eksplan disterilkan dengan alkohol 70 % kemudian dimasukkan ke medium dan dihindarkan dari mikroorganisme. Sel-sel eksplan berkembang biak membentuk gumpalan sel yang berdiferensiasi yang disebut Klaus. Jika Klaus dikultur kan menghasilkan jutaan sel Klaus baru. Sehingga dari satu eksplan dapat ditumbuhkan individu yang identik yang jumlahnya tidak terbatas.
Kelebihan kultur jaringan antara lain adalah :
a. Perbanyakan tumbuhan dapat dilakukan secara cepat
b. Jumlah tak terbatas
c. Bibit terhindar dari hama dan penyakit
d. Hemat tempat dan waktu
e. Memiliki sifat identik

3. Kultur sel hewan
Kultur sel hewan tidak dapat menghasilkan organ atau tumbuh individu. Sel hewan hanya dapat menghasilakan selapis sel yang dapat diklona terus menerus. Hal ini karena sel hewan memiliki sifat totipotensi yang rendah. Untuk menghasilkan organ harus melalui diferensiasi sel yang dipengaruhi oleh lingkungan internal tertentu.
Untuk menghasilkan individu, hewan yang dikultur harus masih dari tahap embrio (morula/blastula). Kultur embrio di dalam tabung disebut kultur in vitro. Untuk menumbuhkan embrio menjadi individu harus ditanam di dalam uterus hewan betina atau disebut kultur in vivo. Misalnya embrio tikus yang telah dikultur di in vitro dimasukkan ke dalam rahim tikus betina. Di dalam uterus embrio akan tumbuh menjadi anak tikus.

D. Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika adalah suatu upaya manipulasi sifat mahluk hidup untuk menghasilkan mahluk hidup dengan sifat yang diinginkan. Hal ini dilakukan dengan menambah atau mengurangi DNA. Menggabungkan dua DNA dari sumber yang berbeda disebut rekomendasi DNA. DNA hasil rekombinan disebut DNA rekombinan. DNA dapat direkomendasikan karena memiliki struktur yang sama. DNA mengatur sifat-sifat mahluk hidup secara turun temurun. Untuk mengubah sifat maka dilakukan pengubahan terhadap DNA yang dikandungnya.
Mengubah DNA dapat dilakukan dengan persilangan, member sinar radioaktif, melakukan transpaltasi inti, melakukan fusi sel, dan melakukan rekomendasi DNA.
1. Transpaltasi Inti
Transpaltasi inti atau transpaltasi nukleus adalah memindahkan inti dari sel yang satu ke sel yang lain agar diperoleh individu yang baru yang memiliki sifat baru sesuai inti yang diterimanya. Peristiwa pembentukan individu tanpa proses perkawinan disebut reproduksi paraseksual. Contoh mahluk hidup yang berhasil ditranspaltasi adalah tikus mencit, domba dolly di Inggris, dan sapi di Jepang.

2. Teknologi plasmid
Plasmid adalah molekul DNA berbentuk sirkuler yang terdapat di dalam sel bakteri atau ragi. Plasmid merupakan DNA nonkromosom, karena sel tersebut memiliki kromosom tersendiri. Jadi, selain kromosom, di dalam sel terdapat plasamid. Plasmid memiliki sifat antar lain :
a. Molekul DNA yang mengandung gen tertentu berukuran kira-kira 1/1000 kali kromosom DNA bakteri.
b. Dapat memperbanyak diri melalui replikasi.
c. Plasmid dapat berpindah ke sel bakteri lain.
d. Sifat plasmid pada keturunan bakteri sama dengan induknya, karena plasmid tidak terikat dengan kromosom inti.
Karena sifat-sifat plasmid tersebut maka plasmid digunakan sebagai vektor, yaitu alat untuk memasukkan gen ke dalam sel target.

3. Fusi sel
Fusi sel adalah peleburan dua sel baik secara species yang sama yaitu berbeda agar terbentuk sel bastar yang disebut hibridoma. Disebut hibridoma karena pada mulanya sel yang difusikan adalah sel tertentu dengan sel kanker. Secarta alami fusi sel terdapat pada fertilisasi dan juga pada saat dua sel melakukan konjugasi.
a. Proses fusi sel
Pada proses fusi sel buatan (in vitro) diperlukan sel wadah, sel sumber gen, dan fusi gen.
1. Sel wadah adalah sel yang memiliki sifat membelah cepat, agar dapat menghasilkan hibridoma yang dapat dikultur dan membelah dengan cepat.
2. Sel sumber gen adalah sel-sel yang meiliki sifat yang diinginkan, misalnya mampu menghasilkan antibody.
3. Fusi gen adalah zat-zat yang mempercepat terjadinya fusi sel. Yang tergolong fusi gen misalnya NaNo3, CsCl++, PH tinggi, PEG, medan listrik dan virus.
b. Manfaat fusi sel
1. Pemetaan kromosom
Ketika terbentuk hibridoma, terjadi penghancuran secara acak. Ribuan sel wadah difusikan dengan ribuan sel sumber gen, sehingga diperoleh ribuan hibridoma (sel C). Setiap hibridoma memiliki kerusakan yang berbeda sehingga memiliki kromosom yang berbeda pula. Dengan memetakan kromosom, para ahli dapat menunjukkan letak gen pada kromosom tertentu.
2. Pembuatan antibody monoklonal
Antibody adalah protein yang dihasilkan oleh sel lilmfosit B atau sel T guna melawan antigen (benda asing) yang masuk ke dalam tubuh. Antibody dapat diproduksi secara alami oleh tubuh. Antibody tertentu dapat melaewan antigen tertentu pula. Antibody yang dibentuk berupa klona sel limfosit yang disebut antibody poliklonal. Antibody yang berasal dari satu sel hibridoma disebut antiobodi monoclonal.
3. Pembentukan spesies baru
Fusi sel dapat membentuk spesies baru yang tidak dapat dilakukan melaluin persilangan. Contohnya fusi sel pada sel tumbuhan yang memiliki dinding sel yang menjadi penghalang terjadinya fusi sel maka dinding sel harus dicerna.

4. Rekombinasi DNA
Telah diketahui bahwa semua organisme mengandung DNA dari bahan yang sama, yaitu gula, asam fosfat, dan basa N. karena itu, para ahli berhipotesis bahwa DNA dapat diambung-sambungkan, dari manapun asalnya. Proses penyambungannya dikenal dengan recombinasi DNA. Sebenarnya tujuannya adalah untuk menyambungkan gen yang ada di dalamnya. Karena itu rekombinasi DNA disebut juga sebagai recombinasi gen. Hasil sambungan DNA dikenal dengan sebagai DNA recombinan. Enzim pemotong disebut enzim restriksi endonuklease. Secara alami enzim ini dikeluarkan oleh bakteri untuk memutuskan DNA virus yang tersambung pada DNA bakteri, tanpa merusak DNA bakteri.
Para pakar pun mencoba untuk menyambung-nyambung DNA secara in vitro dari sumber yang berbeda. Alasan dilakukannya rekombinasi adalah:
a. Semua DNA memiliki struktur yang sama yakni tersusun atas gula, asam fosfat dan basa-basa nitrogen, yang teruntai membentuk polinukleotida.
b. Karena strukturnya sama, maka DNA dari sumber mana pun dan dari spesies apapun dapat disambungkan-sambungkan.
c. Para pakar telah berhasil mengisolasi atau mensintesiskan enzim.
d. Gen dapat mengekspresikan diri atau mengontrol sintesis polipeptida di mana pun dia berada, asalkan dalam kondisi yang sesuai. Misalnya gen manusia dapat mengekspresikan diri meskipun berada di dalam sel bakteri.

a. Apa yang diperlukan dalam rekombinasi DNA?
1) Metode mendapatkan gen
Memotong gen dari DNA secara keseluruhan itu dikenal dengan metode tembak langsung.
Selain itu, gen juga dapat diperoleh dengan metode transkripsi baik yakni RNA dari suatu kelenjar ditranskripsi balik menjadi DNA dengan pertolongan enzim tertentu.
2) Enzim pemotong dan penyambung
Enzim pemotong dikenal sebagai enzim restriksi atau enzim penggunting. Nama umumnya enzim retriksi endonuklease. Fungsi enzim ini memotong-motong benang DNA yang panjang menjadi pendek agar dapat disambung-sambungkan kembali. Enzim pemotong itu jumlahnya banyak, dan yang telah dikenal mencapai 350-an. Setiap enzim bekerja secara khusus. Artinya setiap enzim hanya dapat memotong urutan basa tertentu pada DNA.

Beberapa enzim pemotong dan tempat pemotongannya
Sumber Nama Enzim Tempat pemotong
Escherichia coli Eco RI G-A-A-T-T-S
Haemophilus aegyptius Hae III G-G-S-S-S-S-G-G
H. influenza Rd Hin dll G-T-Py-Pu-A-S-S-A-Pu-Py-T-G
H. influenza Rd Hin dll A-A-G-S-T-T-T-T-S-G-A-A
Providencia stuartii Pst I S-T-G-S-A-G-G-A-S-G-T-S

3) Pembawa gen atau vector
Memasukkan gen ke dalam sel target harus menggunakan pembawa gen atau vector. Vektor itu bertugas sebagai “kendaraan” bagi gen untuk mengangkut gen masuk ke dalam sel target. Dalam memilih vektor ini para ahli meniru kondisi alami. Secara alami, bakteri memiliki plasmid, yaitu DNA sirkuler yang ukurannya 1/1000 kromosom (DNA) bakteri, dan dapat keluar masuk sel bakteri. Akibatnya, bakteri yang lain tadi mendapatkan sifat baru yang berasal dari bakteri pertama. Peristiwa perubahan sifat ini dikenal sebagai transformasi.
4) Sel target
Sel target yang biasa digunakan dalam rekombinasi adalah sel bakteri Escherechia coli.

b. Bagaimana proses rekombinasi berlangsung
Rekombinasi yang telah berhasil dilakukan oleh para pakar, yaitu rekombinasi gen insulin. Gen insulin adalah gen manusia yang mengontrol pembuatan insulin. Kelainan pada gen ini menyebabkan penderita kekurangan insulin dan akibatnya akan menderita diabetes melitus (kencing manis).

Dulu penderita diabetes melitus diobati dengan memberikan suntikan dengan insulin sapi atau babi. Semakin banyak penderita, semakin banyak sapi dan babi yang harus tersedia guna diambil insulinnya. Selain itu, insulin sapi dan babi tidak cocok dengan manusia karena ada beberapa asam amino dari insulin sapi atau babi yang tidak sama dengan insulin manusia. Tubuh penderita “menolak” insulin sapi atau babi itu karena tidak sesuai.

Permasalahan itu akhirnya dapat diatasi melalui rekombinasi DNA. Gen insulin manusia dari pulau Langerhans diambil, kemudian disambungkan ke dalam plasmid bakteri, membentuk kimera (DNA rekombinasi). Kimera itu dimasukkan ke dalam sel target E. coli. Bakteri E. coli ini dikultur, untuk dikembangbiakkan.

Tidak hanya insulin manusia yang berhasil diproduksi oleh bakteri, melainkan juga hormon pertumbuhan manusia. Para pakar berhasil “mencangkokkan” gen hormon pertumbuhan manusia ke dalam sel bakteri dan akhirnya bakteri itulah yang memproduksi hormon pertumbuhan manusia.

c. Masa depan rekombinasi
Untuk menghadapi kekurangan pangan di abad mendatang, sel bakteri dapat disisipi oleh gen protein ayam atau kambing, sehingga kita dapat “memanen” daging rasa ayam atau rasa kambing dari bakteri. Jika hal ini berhasil, hanya dalam beberapa minggu kita akan dapat memanen protein ayam atau kambing dalam jumlah besar.

Manusia ternyata mampu ‘mengutak-atik gen”, artinya dapat mengubah-ubah gen mahluk hidup. Gen adalah rancang bangunan atau cetak biru kehidupan. Semua sifat-sifat kehidupan ditentukan oleh gen. Perubahan gen akan dapat mengubah sifat mahluk hidup.

E. Perkembangan Bioteknologi di Bidang Pertanian
1. Pembentukan tumbuhan yang tahan hama
Rekayasa genetika dapat menjawab tantangan terhadap proses pengendalian hama. Salah satunya adalah menghasilkan tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama pada tanaman yang bernilai ekonomis. Teknik untuk mendapatkan tanaman yang berkualitas melalui rekayasa genetika adalah dengan rekombinasi gen atau kultur jaringan.
Vektor penyisip gen yang sudah diketahui adalah plasmid dari bakteri agrobacterium tumefaciens. Secara alami bakteri A. tumefaciens dapat menginfeksi tanaman dan menyebabkan tumor. Gen yang disisipkan tidak hanya gen yang kebal terhadap penyakit, melainkan juga gen-gen lain yang diharapkan.
2. Pembuatan tumbuhan yang mamapu menambatkan nitrogen
Unsur N adalah unsure penyusun utama dari udara dalam bentuk gas N2, dengan kandungan kira-kira 79%. Sayangnya tumbuhan tidak dapat mengambil unsur N dalam bentuk gas. Tumbuhan sangat tergantung pada persenyawa N dari dalam tanah, dan mengmabilnya dalam bentuk ion NO3 maupun NH4. Untuk membentuk persenyawaan tersebut, dibutuhkan organism penambat nitrogen.
Melalui bioteknologi kemampuan bakteri dalam menambatkan nitrogen ditingkatkan dengan cara memasukkan gen yang mengnotrol kemampuan menambat nitrogen dengan rekombinasi gen.

F. Pengembangan Bioteknologi dalam bidang peternakan
1. Pembuatan Antibodi Monoklonal
Antibodi berupa protein yang dihasilkan oleh sel limfosit B atau sel T guna melawan antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Setiap benda asing (bakteri, jamur, virus, protein asing) yang masuk ke tubuh akan dilawan dengan membentuk antibodi. Fusi sel limfosit B dan sel mieloma menghasilkan sel hibridoma.

2. Terapi Gen Manusia
Perabikan kelainan genetik dengan memperbaiki gen disebut dengan terpai gen. Kelainan genetik yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya satu alela, secara teoritis dapat diperbaiki dengan mengganti gen yang tidak normal dengan gen normal melalui teknik rekombinasi DNA. Alela baru yang normal dapat disisipkan ke dalam sel-sel somatis pada anak-anak atau dewasa, atau pada sel-sel germ (sel-sel yang memproduksi gamet) atau sel-sel embrio.
Terapi gen telah berhasil diujicobakan untuk memperbaiki rusaknya sistem kekebalan karena tidak adanya enzim adenosin deaminase (ADA). Terapi dilakukan dengan dua cara.
Cara pertama sebagai berikut:
1. Meyiapkan retrovirus (virus DNA) dan menyisipkan alela ADA normal ke dalam asam nukleat retrovirus. Dari tahap ini terbentuklah retrovirus rekombinan yang telah disisipi dengan gen ADA normal.
2. Limfosit T yang telah diambil dari pasien dikulteur secara invitro (di luar tubuh) bersama dengan vektor retrovirus rekombinan.
3. Retrovirus rekombinan menginfeksi sel limfosit T dan menyisipkan genomnya pada genom sel limfosit T, menghasilkan sel limfosit T normal.
4. Sel limfosit T yang telah mengandung alela ADA normal dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien dengan cara disuntikkan.

Cara kedua adalah dengan memasukan retrovirus rekombinan ke dlaam sel-sel sumsum tulang pinggul, sehingga genom retrovirus akan menyisip ke dalam kromosom sel-sel tersebut.

3. Pembuatan Vaksin dan Produk Obat-obatan
Melalui bioteknologi digunakan teknik memodifikasi vaksin atau menyediakan vaksin baru. Pertama, DNA rekombinan dapat menggerakkan pembuatan suatu protein khusus dalam julah besar dari selubung protein virus, bakteri atau miroba lainnya. Protein ini dapat memicu terbebtuknya respons kekebalan untukmelawan penyakit. Karena itu protein ini dapat digunakan sebagai vaksin. Kedua, rekayasa genetika dapat digunakan untuk memodifikasi genom patogen sehingga menjadi lemah. Vaksinasi dengan makhluk hidupa yang lemah lebih efektif daripada protein vaksin, karena hanya dengan memasukkan sedikit saja akan menghasilkan respons kekebalan yang besar. Patogen yang dilemahkan dengan teknik gen splising (penyisipan gen) lebih aman daripada mutan alami yang digunakan secara tradisional.

G. Pengembangan Bioteknologi dalam Bidang Peternakan
Bioteknologi dengan rekombinasi DNA dapat digunakan untuk mengembangkan produk-produk peternakan. Produk tersebut misalnya vaksin dan antibodi untuk mengobati penyakit hewan serta hormon pertumbuhan hewan ternak. Sebagai contohnya adalah penyuntikan hormon tumbuh sapi (BGH = Bovine Growth Hormone) pada sapi perah. Hormon ini dibuta di Escherichia coli. Penyuntikan hormon BGH pada sapi perah ternyata dapay meningkatkan produksi susu selain meningkatkan produksi daging.
Rekombinasi DNA yang mengarah pada pembentukan organisme transgenik dapat dikembangkan dalam bidang peternakan. Organisme transgenik dapat dikembangkan dalam bidang peternakan. transgenik adalah organisme yang mengandung gen dari spesies lain. Organisme transgenik dilakukan dengan menyuntikkan DNA asing pada sel-sel telur ataupun pada sel-sel embrio awal. Dengan teknologi ini kita dapat menggabungkan beberapa sifat organisme untuk mendapatkan organisme yang berkualitas sesuai dengan yang kita inginkan. Teknologi ini memiliki prospek untuk mengembangkan hewan-hewan yang bernilai ekonomis misalnya ikan, sapi, kambing, domba dan lain-lain.

H. Bahaya Bioteknologi
• Bahaya Bioteknologi
a. Digunakan untuk senjata biologis
Bakteri dan virus yang mematikan dipelihara di dalam struktur untuk dikembangbiakkan. Bakteri dan virus mematikan ini dapat digunakan sebagai senjata biologis untuk memusnahkan manusia. Senjata biologis telah dilarang penggunaannya dalam peperangan.
b. Memunculkan organisme strain jahat
Munculnya organisme yang mempunyai sifat jahat terjadi secara tidak sengaja. Misalnya, ketika melakukan penyisipan ke dalam sel bakteri, terbawa gen jahat yang tidak diinginkan. Gen jahat tersebut nisaknya membelah tanpa kendali, mampu menguraikan berbagai zat organik secara langsung, mampu menginfeksi dan menimbulkan penyakit, kebal terhadap berbagai obat, dan sebagainya. Bila bakteri yang telah kemasukan gen jahat tersebut lolos dari laboratorium melalui saluran pembuangan dan akhirnya hidup bebas di lingkungan akan membahayakan manusia dan makhluk hidup lainnya.
c. Mengganggu keseimbangan lingkungan
Makhluk hidup dan lingkungannya membentuk keseimbangan lingkungan. Saat ini, umat manusia mampu memasukkan gen ke dalam organisme lain dan membentuk “makhluk hidup baru” yang belum pernah ada. Pengklonaan, transplantasi inti, dan rekombinasi DNA dapat memunculkan sifat baru yang belum pernah ada sebelumnya. Dikhawatirkan, organisme baru tersebut dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jika organisme dengan sifat baru tersebut mendominasi lingkungan dan unggul dalam kompetisi lingkungan, maka organisme alami yang lain akan tersingkir dan keseimbangan lingkugan terganggu.
d. Hukum dan nilai-nilai masyarakat
Bioteknologi yang berkaitan dengan reproduksi manusia sering membawa masalah baru, karena masyarakat belum menerimanya. Berikut beberapa contohnya:
1) Seorang nenek yang melahirkan cucunya dari embrio cucu yang dibekukan dalam tabung pembeku karena ibunya tidak mampu hamil karena penyakit tertentu. Di masyarakat muncul pertanyaan “anak siapa bayi tersebut?”
2) Pasangan suami isteri menunda kehamilan. Sperma suaminya dititipkan di bank sperma. Beberapa setelah suaminya meninggal, sang janda inginmengandung anak dari almarhum suaminya. Dia mengambil sperma yang dititipkan di bank sperma. Bagaimana status anak tersebut? Bolehkan wanita mengandung anak dari suami yang telah meninggal?
3) Meminta sperma orang lain di bank sperma untuk difertilisasi di dalam rahim wanita, merupakan pelaggaran atau bukan?

Bioteknologi dan Lingkungan
Bioteknologi digubakan untuk perbaikan lingkungan, misalnya:
1. Gasbio
Gasbio merupakan gas metana yang bebas pencemaran. Selain itu pembuatan gasbio dapat mengurangi pencemaran oleh kotoran ternak, dan sisa-sisa gasbio dapat dimanfaatkan untuk pupuk.

2. Cacing Tanah
Cacing tanah dapat mengurangi pencemaran oleh sampah organik dan menghasilkan kompos untuk pupuk. Cacing dapat pula dimanfaatkan untuk pakan ternak. Di Filipina, cacing dimasak untuk dimakan, karena menurut penelitian protein cacing tanah dapat mengobati penyakit tipus.
3. Mikroorganisme pengolah limbah
Para ilmuwan meneliti dan “menangkap” mikroorganisme liar untuk dikultur di laboratorium. Beberapa bakteri pencerna selulosa, dan pencerna minyak berhasil didapatkan. Juga pernah diteliti campuran mikroorganisme yang dapat mencerna sampah secara lebih efektif. Mikroorganisme yang diperoleh didaftarkan untuk mendapatkan hak paten. Kemudian dapat dimanfaatkan oleh industri pengolah limbah, sebelum limbahnya dibuang ke lingkungan.

Tindakan untuk Mencegah Dampak Bioteknologi
1. Sejak Stanly Coben melakukan rekombinasi DNA tahun 1972, telah dikeluarkan peraturan agar ada ijin atau rekomendasi sebelum para pakar melakukan rekombinasi. Ini dimaksudkan agar rekombinasi DNA yang dilakukan tidak digunakan untuk tujuan yang negatif.
2. Pemerintah Amerika Serikat melarang cloning manusia apapun alasannya. Namun tidak semua negara mempunyai peraturan seperti Amerika Serikat, Singapura misalnya tidak melarangnya.
3. Undang-undang yang melarang pembuatan senjata biologis yang berlaku untuk semua negara di dunia.
4. Selain undang-undang dan peraturan, prosedur kerja di laboratorium telah membatasai kemungkinan terjadinya dampak negatif. Misalnya, kondisi laboratorium harus suci hama (aseptik), limbah yang keluar dari laboratorium diolah terlebih dahulu.

DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi 3B. Malang: ERLANGGA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s