Muatan Lokal SD


Indonesia merupakan negara dan bangsa yang tergolong besar di antara negara-negara dan bangsa-bangsa lain di dunia. Tidak hanya itu, Indonesia memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek sosial, budaya, geografis, demografis. Akan tetapi memiliki kesatuan yang utuh berkat Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan sebagai pegangan bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesatuan dalam keanekaragaman.

a. Pengertian Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan isi kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah setempat. Dalam Surat Keputusan Mendikbud No. 0421/U/1987 tentang penerapan muatan lokal kurikulum Sekolah Dasar, dinyatakan bahwa muatan lokal sebagai program pendidikan yang isinya dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya serta kebutuhan pembangunan daerah yang perlu diajarkan kepada siswa. Dari pengertian tersebut jelas bahwa muatan lokal merupakan program pendidikan yang mengandung dua hal, yaitu bahan ajar dan media penyampaian yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Tujuan muatan lokal sebagaimana dinyatakan dalam SK Mendikbud tersebut di atas, yaitu “Secara umum tujuan program pendidikan muatan lokal adalah mempersiapkan murid agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang lingkungannya serta sikap dan perilaku bersedia melestarikan dan mengembangkan sumber daya alam, kualitas sosial, dan kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan setempat.

Dengan memperhatikan pengertian di atas maka sekurang-kurangnya ada tiga fungsi muatan lokal dalam keseluruhan kurikulum. Pertama, fungsi penyesuaian, yaitu muatan lokal sebagai upaya untuk menyesuaikan antara pendidikan dengan kebutuhan setempat. Kedua, fungsi integrasi, yaitu untuk mengintegrasikan antara pribadi peserta didik dengan lingkungan setempat dan lingkungan nasional yang lebih luas. Ketiga, fungsi perbedaan, yaitu muatan lokal dapat memberikan pelayanan terhadap kenyataan adanya perbedaan individual di antara siswa selaku peserta didik. Dalam fungsi ini termasuk juga masalah perbedaan kebutuhan antar daerah atau lingkungan .

b. Muatan lokal dan masalah-masalah pendidikan
Sebagaimana telah dimaklumi bahwa masalah nasional yang dihadapi oleh dunia pendidikan adalah mencakup empat masalah besar, yaitu masalah pemerataan, kualitas, relevansi, dan efisiensi. Dalam aspek pemerataan atau disebut pula aspek kuantitas, masalah yang dihadapi belum semua anak usia sekolah memperoleh kesempatan belajar. Dari segi kualitas atau mutu, masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya mutu proses dan hasil pendidikan dilihat dari tuntutan yang ada. Kemudian, masalah lain yang dihadapi adalah bahwa pendidikan masih dirasakan belum sesuai atau relevan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Masalah yang keempat adalah belum efesiennya pelaksanaan pendidikan.

Penerapan muatan lokal dalam kurikulum pada hakekatnya juga sebagai salah satu upaya untuk memeriksa keempat jenis masalah tersebut.
Dengan muatan lokal, upaya pemerataan pendidikan dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi melalui perluasan kesempatan belajar. Jangkauan pelaksanaan pendidikan dapat lebih diperluas karena siswa dapat belajar tanpa harus terasing dengan lingkungannya.

Muatan lokal dapat memberikan pengalaman belajar yang menunjang bagi pencapaian hasil belajar yang lebih baik. Pada gilirannya mutu pendidikan akan lebih meningkat. Muatan lokal yang ditata dengan baik memberikan kemungkinan adanya kesesuaian atau keterkaitan antara program pendidikan dengan tuntutan kebutuhan lingkungan. Strategi link and match atau keterkaitan dan padanan antara pendidikan dengan kebutuhan lingkungan dapat diwujudkan melalui pengembangan muatan lokal. Upaya pemerataan kesempatan belajar, peningkatan mutu, dan relevansi pada gilirannya dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan.

c. Muatan lokal dan pendidikan dasar
Dalam Pasal 3 PP No. 28/90 dikatakan bahwa tujuan pendidikan dasar adalah “Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah”. Dari pasal tersebut jelas bahwa pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar, agar peserta didik mampu mengembangkan kehidupannya dan siap mengikuti pendidikan menengah.

Muatan lokal yang diprogramkan untuk pendidikan dasar pada hakekatnya adalah untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan dasar. Dengan muatan lokal siswa pendidikan dasar dapat belajar lebih dekat dan akrab dengan lingkungan sekitarnya. Muatan lokal lebih sesuai dengan taraf perkembangan siswa dalam berbagai aspek, seperti perkembangan intelektual, fisik, moral, sosial, pribadi. Hal itu merupakan fondasi bagi pencapaian kemampuan dasar yang diperlukan untuk hidup di masyarakat dan memperoleh pendidikan lanjutan di menengah dan pendidikan tinggi.

d. Muatan lokal dan pengembangan kurikulum
Dalam konsep tradisional, kurikulum sering diartikan secara sempit, yaitu sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Sedangkan dalam pandangan modern, kurikulum mempunyai arti lebih luas yaitu tidak sekadar sejumlah mata pelajaran yang harus diikuti. Pengalaman di sini bukan hanya sekedar pengalaman yang diperoleh dengan mempelajari mata pelajaran, akan tetapi pengalaman d alam arti yang luas yaitu pengalaman kehidupan.

Anak akan memperoleh pengalaman belajar dari berbagai aspek kehidupan sehari-harinya, seperti interaksi sosial, proses kerja sama, interaksi dengan lingkungan fisik, pengamatan terhadap berbagai peristiwa.
Dalam pengembangan kurikulum sekurang-kurangnya ada empat pertanyaan pokok yang harus dijawab, yaitu :
1) Apakah tujuan yang ingin dicapai?
2) Pengalaman belajar apakah yang harus dipersiapkan untuk mencapai tujuan?
3) Bagaimana pengalaman belajar itu diorganisasikan secara efektif?
4) Bagaimana menentukan keberhasilan pencapaian belajar?

Berdasarkan keempat pertanyaan pokok tersebut maka setiap kurikulum mempunyai empat komponen utama, yaitu : (a) tujuan, (b) isi, (c) metode atau belajar-mengajar, (d) evaluasi atau penelitian. Dikaitkan dengan pengembangan kurikulum, muatan lokal dikembangkan berdasarkan tuntutan lingkungan dan bersumber pada keempat komponen kurikulum.

Isi kurikulum yang berupa GBPP dijadikan sebagai sumber dan acuan dalam pengembangan ini muatan lokal, di samping dengan mengembangkannya GBPP khusus untuk isi kurikulum muatan lokal yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat. Muatan lokal berfungsi memberikan peluang untuk mengembangkan kemampuan siswa yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Pasal 14 Ayat (3) PP No. 28/90 menyatakan bahwa Satuan pendidikan dasar dapat menambah mata pelajaran sesuai dengan keadaan lingkungan dan ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan dengan tidak mengurangi kurikulum yang berada secara nasional.

Muatan lokal berupa bahasa daerah, bahasa Inggris di SD, kesenian daerah, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. Muatan lokal ditetapkan oleh Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Tingkat II (Kabupaten atau Kotamadya) dengan persetujuan dari kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Muatan lokal yang berupa mata pelajaran bahasa daerah dapat diadakan apabila telah tersedia kurikulum.
2) Muatan lokal yang berupa mata pelajaran bahasa Inggris dimaksudkan untuk memberikan kemampuan memahami keterangan lisan dan tertulis serta ungkapan sederhana.

Waktu yang diperlukan untuk muatan lokal dapat diatur dari penjatahan waktu yang tersedia untuk mata pelajaran yang bersangkutan disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.

Surya, Mohamad. (1993). Muatan Lokal Dalam Pengembangan Kurikulum. Makalah menyongsong pelaksanaan Kurikulum 1994, oleh PD II PGRI Kabupaten Majalengka, Tanggal 18 November 1993.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s