KUIS PENDIDIKAN INKLUSI


Apa dan mengapa pendidikan inklusi diberikan di SI PGSD?

Jawab:
Pendidikan inklusi diberikan di SI PGSD karena agar para mahasiswa memiliki pengetahuan tentang pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi sendiri berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus (ABK), selain memiliki pengetahuan tentang inklusi mahasiwa diharapkan nantinya dapat menangani anak-anak brkebutuhan khusus karena anak-anak tersebut perlu penanganan yang khusus.

Bagaimana memberikan layanan khusus kepada ABK di SD?

Jawab:
Pemberian layanan kepada ABK di SD adalah dengan menyesuaikan kerakteristik ABK atau dengan melihat tingkat kebutuhan ABK tersebut. Ada 2 bentuk layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yaitu :

1. Bentuk Layanan Pendidikan Segredasi
Yaitu penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan secara khusus dan terpisah dari sistem pendidikan anak normal. Sistem pendidikan segregasi diselenggarakan karena:

a. Adanya kekhawatiran terhadap kemampuan anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan anak normal.
b. Adanya kelainan fungsi pada anak berkebutuhan khusus memerlukan layanan pendidikan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan khusus mereka.

2. bentuk Layanan Terpadu/Integrasi
Adalah sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama-sama dengan anak normal di sekolah umum. Jumlah anak berkebutuhan khusus dalam satu kelas maksimal 10% dari jumlah siswa keseluruhan. Hal ini untuk menjaga agar beban guru tidak terlalu berat, dibanding jika guru harus melayani berbagai kelainan. Untuk membantu kesulitan yang di alami anak berkebutuhan khusus, di sekolah terpadu disediakan Guru Pembimbing khusus (GPK), fungsinya sebagai konsultan bagi guru kelas, kepala sekolah, atau anak berkebutuhan khusus itu sendiri, juga sebagai pembimbing di ruang bimbingan khusus atau guru pada kelas khusus.

Jelaskan apa penyebab dan dampak ABK baik pada dirinya, keluarga dan lingkungan?
Jawab:
Ada berbagai faktor yang menyumbang terjadinya anak berkebutuhan khusus. Faktor-faktor tersebut meliputi :
A. Herediter
Faktor penyebab yang berdasarkan keturunan atau sering dikenal dengan genetic, yaitu kelainan kromosome pada kelompok faktor penyebab herediter masih ada kelainan bawaan non genetic.
Seperti kelahiran pre-mature dan BBLR (berat bayi lahir rendah) yaitu berat bayi lahir kurang dari 2.500 gram, merupakan resiko terjadinya anak berkebutuhan khusus. Demikian juga usia Ibu sewaktu hamil diatas 35 tahun memiliki resiko yang cukup tinggi untuk melahirkan anak bekebutuhan khusus.
B. Infeksi
Merupakan suatu penyebab dikarenakan adanya berbagai serangan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan baik langsung maupun tidak langsung terjadinya kelainan seperti infeksi TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalo virus, herpes), polio, meningitis, dsb.
C. Keracunan
Masih banyak jenis keracunan yang merupakan penyebab yang cukup banyak ditemukan karena seperti pola hidup masyarakat, keracunan dapat secara langsung pada anak, maupun melalui Ibu hamil. Munculnya FAS (fetal alchohol syndrome) adalah keracunan janin yang disebabkan Ibu mengkonsumsi alkohol yang berlebihan, kebiasaan kaum ibu mengkonsumsi obat bebas tanpa pengawasan dokter merupakan potensi keracunan pada janin. Jenis makanan yang dikonsumsi bayi yang banyak mengandung zat-zat berbahaya merupakan salah satu penyebab. Adanya polusi pada berbagai sarana kehidupan terutama pencemaran udara dan air.
D. Trauma
Trauma adalah kejadian yang tak terduga dan menimpa langsung pada anak, seperti proses kelahiran yang sulit sehingga memerlukan pertolongan yang mengandung resiko tinggi, atau kejadian saat kelahiran saluran pernafasan anak tersumbat sehingga menimbulkan kekurangan oksigen pada otak (asfeksia), terjadinya kecelakaan yang menimpa pada organ tubuh anak terutama bagian kepala.

E. Penyakit
Banyak penyakit yang dapat menyebabkan seorang anak memiliki kelainan misal katarak, retinopati diabetes, polio.
F. Lingkungan
Banyak faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kelainan pada anak. Bermacam-macam pengalaman negatif dan kegagalan dalam berinteraksi merupakan salah satu penyebabnya.
G. Kekurangan gizi
Masa tumbuh kembang sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak terutama pada 2 tahun pertama kehidupan. Kekurangan gizi dapat terjadi karena adanya kelainan metabolisme maupun penyakit parasit pada anak seperti cacingan. Hal ini mengingat Indonesia merupakan daerah tropis yang banyak memunculkan atau tempat tumbuh-kembangnya penyakit parasit dan juga karena kurangnya asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak pada masa tumbuh kembang. Hal ini didukung oleh kondisi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

Jika dipandang dari sudut waktu terjadinya kelainan dapat di bagi menjadi :

a. Pre-natal
Terjadinya kelainan anak semasa dalam kandungan atau sebelum proses kelahiran.
b. Peri-natal
Sering juga disebut natal waktu terjadinya kelainan pada saat proses kelahiran dan menjelang serta sesaat setelah proses kelahiran.

c. Pasca-natal
Terjadinya kelainan setelah anak dilahirkan sampai dengan sebelum usia perkembangan selesai (kurang lebih usia 18 tahun).

Ada berbagai bebrapa dampak anak berkebutuhan khusus. Faktor-faktor tersebut meliputi :

Dampak Fisiologis
Dampak fisiologis, terutama pada anak-anak yang mengalami kelainan yang berkaitan dengan fisik termasuk sensori-motor terlihat pada keadaan fisik penyandang berkebutuhan khusus taraf berat dan sangat berat baru mampu berjalan di usia lima tahun atau ada yang tidak mampu berjalan sama sekali. Tanda keadaan fisik penyandang berkebutuhan khusus yang kurang mampu mengkoordinasi gerak antara lain : kurang mampu koordinasi sensori motor, melakukan gerak yang tepat dan terarah, serta menjaga kesehatan.

Dampak Psikologis
Dampak psikologis timbul berkaitan dengan kemampuan jiwa lainnya, karena keadaan mental yang labil akan menghambat proses kejiwaan dalam tanggapannya terhadap tuntutan lingkungan. Kekurang mampuan dalam penyesuaian diri yang diakibatkan adanya ketidak sempurnaan individu, akibat dari rendahnya “self esteem” dan dimungkinkan adanya kesalahan dalam pengarahan diri (self direction).

Dampak Sosiologis
Dampak sosiologis timbul karena hubungannya dengan kelompok atau individu di sekitarnya, terutama keluarga dan saudara-saudaranya. Kehadiran anak berkebutuhan khusus di keluarga menyebabkan berbagai perubahan dalam keluarga. Keluarga sebagai satu unit social di masyarakat dengan kehadiran anak berkebutuhan khusus merupakan musibah, kesedihan, dan beban yang berat. Kondisi itu termanifestasi dengan reaksi yang bermacam-macam, seperti : kecewa, shock, marah, depresi, rasa bersalah dan bingung. Reaksi yang beraneka ini dapat mempengaruhi hubungan antara anggota keluarga yang selamanya tidak akan kembali seperti semula.

Beberapa masalah yang sering dihadapi ABK:
a. Masalah kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Masalah penyesuaian diri.
c. Masalah penyaluran ke tempat kerja.
d. Masalah kesulitan belajar.
e. Masalah gangguan kepribadian dan emosi.
f. Masalah pemanfaatan waktu luang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s