Pendidikan INKLUSI


ASESMEN DALAM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)

Daftar ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang…………………………
B. Tujuan………………………………..

BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Asesmen
2. Tujuan Asesmen.
3. Langkah Pelaksanaan
4. Teknik Pelaksaan Asesmen
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam upaya memberikan layanan pendidikan yang tepat/sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus maka diperlukan langkah-langkah yang sistematis. Langkah itu diawali dengan proses asesmen. Setiap anak berkebutuhan khusus harus melalui proses asesmen itu sehingga akan diperoleh gambaran kemampuan dan kebutuhan belajarnya.
Apabila proses asesmen tidak dilakukan maka pembelajaran yang dilakukan tidak memiliki dasar/pijakan untuk mencapai indikator materi pembelajaran yang diharapkan. Anak-anak pun akan kesulitan menguasai materi pembelajaran karena materinya tidak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan belajarnya. Kegagalan dalam pembelajaran dapat diakibatkan oleh tidak adanya data hasil asesmen. Dengan demikian asesmen memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menentukan keberhasilan pembelajaran.
Mengingat begitu pentingnya asesmen ini maka setiap guru bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) harus memahami dan mengimplementasikan asesmen. Makalah ini hadir bermaksud untuk memberikan pemahaman dasar mengenai asesmen agar guru-guru ABK dapat mengimplementasikan asesmen dengan dasar-dasar asesmen bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah.
B. Tujuan
Diharapkan setelah memepelajari mahasiswa dapat,
1. memahami pengertian pengertian asesmen bagi anak berkebutuhan khusus
2. memahami Tujuan Asesmen bagi anak berkebutuhan khusus.
3. malaksanakan langkah- langkah dan teknik Pelaksanaan asesmen bagi anak berkebutuhan khusus.

BAB II
PEMBAHASAN
Adanya beberapa faktor yang terkait dengan pelaksanaan asesmen juga harus dipertimbangkan secara seksama. Berikut adalah alur asesmen secara skematik.
A. Pengertian Asesmen
Sebelum mencermati pengertian dan aktivitas asesmen, coba saudara perhatikan contoh cerita berikut :
Ilustrasi
Ada seseorang guru kelas rendah di suatu sekolah dasar yang mendapati seorang siswanya selalu menghindar untuk berfikir. Siswa tersebut sangat membenci pelajaran matematika, atau hal-al lain yang ada hubungannya dengan berhitung atau berfikir. Guru mencoba mengamati secara rutin, terhadap perkembangan belajar siswa tersebut, terutama dalam bidang matematika, tetapi hasilnya tidak memuaskan. Selanjutnya guru mencoba untuk melakukan tes diagnosis matematika, yang berupa tes prestasi untuk menentukan kemampuan matematika secara khusus. Hasilnya, diketahui bahwa siswa tersebut ternyata mengalami kesulitan dalam matematika penalaran dan pemecahan masalah, sedang matematika dasar tidak mengalami kesulitan.
Sesungguhnya ada hal yang menarik untuk diperhatikan. Di sekolah dasar sering kali ditemukan anak-anak yang berkesulitan belajar atau berkebutuhan khusus. Guru di sekolah umumnya sangat jarang melakukan asesmen terhadap kondisi-kondisi siswanya, dan program khusus atau remedial terhadap kebutuhan individu masih sangat miskin dilakukan di sekolah.
Pengertian asesmen dalam rangka pendidikan anak berkebutuhan khusus, dimaksudkan sebagai usaha untuk memperoleh informasi yang relevan guna membantu seseorang dalam membuat suatu keputusan. Dalam istilah bahasa inggris assessment berarti penilaian terhadap suatu keadaan, penilaian dalam konteks ini adalah evaluasi terhadap kondisi atau keadaan anak-anak berkebutuhan khusus, jadi bukan merupakan penilaian terhadap hasil suatu aktivitas atau kegiatan pembelajaran di sekolah. Walace, G & Larsen (1978:7) menegaskan pula, bahwa asesmen merupakan proses pengumpulan informasi pembelajaran yang relevan. Asesmen merupakan aktivitas yang amat penting dalam proses pembelajaran di sekolah, untuk itu pelaksanaannya harus benar-benar dilakukan secara objektif dan komprehensif terhadap kondisi dan kebutuhan anak.
Sebagai tindak lanjut dari identifikasi, hasil yang diperolah dari asesmen pendidikan akan bermanfaat bagi guru sebagai panduan dalam dua hal pokok, yaitu merencanakan program dan implementasi program pembelajaran. Untuk itu dalam upaya perencanaan tujuan dan penentuan sasaran pembelajaran, dan strategi pembelajaran yang tepat, dalam asesmen pendidikan anak berkebutuhan khusus sangat diperlukan adanya pengumpulan informasi yang relevan dan komprehensif. Data atau informasi yang diperoleh dalam asesmen ini umumnya berkenaan dengan tahap pembelajaran, kelemahan dan kecakapan, serta hal-hal yang berkaitan dengan perilaku seorang siswa.
B. Tujuan Asesmen
Moh Amin (1995:125) menjelaskan adanya lima tujuan dilaksanakannya asesmen bagi anak berkebutuhan khusus, yaitu :
1. Menyaring kemampuan anak, yaitu untuk mengetahui kemampuan anak pada setiap aspek, misalnya bagaimana kemampuan bahasa, kognitif, kemampuan gerak, atau penyesuaian dirinya,
2. Pengklasifikasian, penempatan, dan penentuan program,
3. Penentuan arah dan tujuan pendidikan, ini terkait dengan perbedaan klasifikasi berat ringannya kelainan yang disandang seorang anak, yang berdampak pada perbedaan tujuan pendidikannya,
4. Pengembangan program pendidikan individual yang sering dikenal sebagai individualized educational program, yaitu suatu program pendidikan yang dirancang khusus secara individu untuk anak-anak berkebutuhan khusus, dan
5. Penentuan strategi, lingkungan belajar, dan evaluasi pembelajaran.
Selain kelima tujuan diatas, Wallace, G & Larsen, S (1978:5) mengemukakan adanya dua tujuan dalam pelaksanaan asesmen yaitu :
1. Untuk mengidentifikasi dan terkadang pemberian label untuk kepentingan administrative masalah belajar yang dialami anak-anak berkebutuhan khusus, dan
2. Untuk memperoleh informasi tambahan yang dapat membantu dalam merumuskan tujuan pembelajaran, dan strategi pemberian remedial bagi anak-anak yang diduga berkebutuhan khusus.
Dari uraian tujuan di atas, setidaknya ada beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi dalam asesmen, yaitu :
1. Asesmen dilakukan untuk penseleksi anak-anak yang berkebutuhan khusus
2. Asesmen bertujuan pula untuk penempatan siswa, sesuai dengan kemampuannya
3. Untuk merencanakan program dan strategi pembelajaran, dan
4. Untuk mengevaluasi dan memantau perkembangan belajar siswa.
Secara khusus, sesungguhnya tujuan asesmen dapat berorientasi pada keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh seorang anak, baik dalam segi kemampuan akademik ataupun nonakademik. Keterampilan akademik terkait dengan kemampuan abak dalam bidang-bidang scholastic atau mata pelajaran yang membutuhkan pemikiran dan penalaran, seperti bahasa dan matematika. Sedang keterampilan nonakademik menyangkut kemampuan atau kesanggupan anak dalam bidang-bidang yang tidak berorientasi pada pemikiran dan penalaran, misalnya kesenian, olahraga, vocasional, atau kemampuan motorik.

C. Langkah Pelaksanaan
Sebagai suatu aktivitas yang sistematik dan berkelanjutan, sudah barang kali asesmen perlu dilakukan sesuai dengan prosedur yang baik, agar dengan begitu hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan

LANGKAH UMUM PELAKSANAAN ASESMEN PENDIDIKAN

tahapan asesmen dilakukan dengan terlebih dahulu merumuskan tujuan dengan memperhatikan tahapan ruang lingkup materinya. Setelah tujuan ditentukan langkah selanjutnya adalah merumuskan prosedurnya, yang dapat dilakukan melalui tes formal maupun informal untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Dari hasil informasi yang telah diperolah, selanjutnya diolah dan dianalisis guna menentukan tujuan pembelajaran, dan strateginya dalam pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, maka sebagai tindak lanjutnya adalah implementasi kegiatan pembelajaran bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Secara spesifik Mercer & Mercer (1989:38) menjelaskan adanya beberapa langkah yang dilakukan dalam assesmen anak berkebutuhan khusus di sekolah, yaitu :
1. Menentukan cakupan dan tahap keterampilan yang akan diajarkan. Agar pelaksaan asesmen dapat dilakukan secara efektif, maka diyogyanya guru lebih dahulu memahami tahap kompetensi pembelajaran siswa dalam bidang pembelajaran tertentu. Ini penting dilakukan untuk mengetahui dengan jelas keterampilan-keterampilan apa yang telah dikuasai siswa. Secara teknik guru lebih dapat melakukannya melalui analisis tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
2. Menetapkan perilaku yang akan diakses. Asesmen perilaku diawali dari tahapan yang paling umum menuju ketahap yang khusus. Perilaku umum menunjukan pada rentang kompetensi siswa dalam penguasaan materi kurikulum, misalnya pada mata pelajaran bahasa mencangkup kompetensi dasar untuk semua aspek bahasa. Sedang yang khusus, mungkin hanya pada aspek membaca saja.
3. Memilih aktivitas evaluasi, guru harus mempertimbangkan aktivitas yang akan dilakukan itu untuk evaluasi dalam rentang kompetensi umum, atau kompetensi khusus. Evaluasi kompetensi umum, lazimnya dilakukan secara preodik (semester), sedangkan untuk kompetensi khusus sebaiknya dilakukan secara formatif dan berkesinambungan
4. Pengorganisasian alat evaluasi. Hal ini perlu dilakukan berkenaan dengan evaluasi pendahuluan,yang mencakup: identifikasi masalah, pencacatan bentuk-bentuk kesalahan yang terjadi, dan evaluasi keterampilan-keterampilan tertentu. Setelah evaluasi awal dilakukan, selanjutnya ditentukan tujuan dan strategi pembelajaran , serta implementasi dan pemantau kemajuan belajar siswa.
5. Pencatat kinerja siswa. Ada dua hal mengenai kinerja siswa yang harus dicatat guru, yaitu kinerja siswa pada pelaksanaan tugas sehari-hari, dan penguasaan keterampilan secara keseluruhan, yang umumnya dicatat pada laporan kemajuan belajar siswa.
6. Penentuan tujuan pembelajaran khusus untuk jangka pendek dan jangka panjang. Di sini guru perlu merumuskan tujuan pembelajaran khusus bagi anak dalam jangka pendek secara spesifik, misalnya dalam aspek membaca atau mengeja dalam pembelajaran bahasa, tetapi harus tetap berkontribusi dalam tujuan jangka panjang.
D. Teknik Pelaksaan Asesmen
Terdapat beberapa teknik atau metode yang dapat dilakukan dalam upaya pelaksaan asesmen untuk anak-anak berkebutuhan khsus di sekolah (dasar). Beberapa diantara yang dapat dijelaskan di sini adalah melalui observasi, tes formal dan informal, dan wawancara, dengan dukungan beberapa instrumen seperti checklist ataupun skala penilaian.
1. Observasi, merupakan pengamatan yang dilakukan secara seksama terhadap aktivitas belajar siswa, seperti cara belajar, kinerja perilaku, ataupun kompetensi yang dicapai
2. Tes formal, sesungguhnya merupakan suatu bentuk tes yang telah terstandarkan, yang memiliki acuan norma ataupun acuan patokan dengan tolak ukur yang telah ditetapkan. Tes demikian umumnya dikembangkan secara global, oleh para ahli dibidangnya. Dalam konteks asesmen pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus, sesungguhnya kurang cocok untuk dilakukan, jika dilihat dari tujuannya yang sangat spesifik, dan mencakup persoalan-persoalan pendidikan yang unik, yang dihadapi siswa berkebutuhan khusus secara individual.
3. Tes informal. Suatu jenis tes yang sangat bermanfaat dan sangat sesuai untuk memperoleh informasi tentang berbagai hal yang berkenaan dengan kompetensi dan kemajuan belajar anak berekbutuhan khusus. Tes informasi umumnya dipersiapkan dan disusun sendiri oleh guru, serta digunakan secara intensif untuk mengetahui kompetensi-konpetensi khusus pada anak. Dalam kaitannya dengan asesmen, ada beberapa bentuk yang sering digunakan, yaitu checklist, tes buatan sendiri, ataupun berupa cloze.

Wawancara, atau interview untuk memperolah informasi dengan sasaran utama orang tua, keluarga, guru di sekolah ataupun teman sepermainan.

One thought on “Pendidikan INKLUSI

  1. slm kenal..saya evi..tertarik meneliti tentang pendidikan inklusi..tpi sya menghadapi kendala dalam menulis skripsi saya tentang lokasi penelitiannya…kalau ada nama sekolah yang menerapkan inklusi tlg dberitahu khusus kota medan saja..trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s