Kebebasan Wanita


Kebebasan Wanita
Alice Oshima

Sejak pertengahan abad dua puluh, wanita di seluruh dunia mencari kebebasan dan pengakuan yang lebih besar. Mereka tidak lagi puas dengan peranan tradisionalnya sebagai istri dan ibu. Mereka bergabung membentuk gerakan yang kemudian disebut sebagai “gerakan kebebasan wanita.” Walaupun kekuatan dibalik gerakan internasional ini bervariasi dari satu budaya ke budaya lain dan dari satu individu ke individu yang lain. Di Amerika gerakan ini dapat dilacak dari adanya tiga peristiwa penting: perkembangan metode pengendalian kelahiran yang efektif, penemuan alat-alat otomatis penghemat tenaga untuk rumah tangga, dan pecahnya Perang Dunia II.

Sebab pertama dari timbulnya gerakan kebebasan wanita adalah adanya perkembangan metode pengendalian kelahiran yang efektif, yang membebaskan wanita dari siklus yang tak ada putus-putusnya yang telah mengungkung wanita, yaitu melahirkan dan merawat anak. Karena wanita sekarang mempunyai pilihan untuk mengatur kelahiran anak (jika mereka menghendaki), mereka memperoleh kebebasan dan mempunyai lebih banyak waktu untuk mengembangkan minat di luar dunia rumah tangga. Karena adanya perkembangan cara pengendalian kelahiran anak itu, wanita dapat menunda atau menghentikan sama sekali kelahiran anak. Akibatnya, wanita sekarang mempunyai lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan mengejar karier.

Peristiwa kedua yang menyebabkan timbulnya gerakan kebebasan wanita adalah adanya perkembangan alat-alat keperluan rumah tangga yang menghemat tenaga yang diproduksi secara besar-besaran. Karena adanya alat-alat ini, wanita lebih banyak memiliki waktu luang dan kebebasan. Misalnya sekitar enam puluh tahun yang lalu, seorang istri rata-rata menghabiskan waktu sekitar dua belas sampai empat belas jam sehari untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Karena penemuan mesin-mesin yang dapat menghemat tenaga rumah tangga, seperti: mesin pencuci pakaian, mesin pengisap debu, mesin pencuci piring, microwave, dan lain-lain, seorang ibu rumah tangga sekarang ini dalam waktu tidak lebih dari empat atau lima jam saja dalam sehari.

Hal ketiga yang mendorong terjadinya gerakan kebebasan wanita adalah pecahnya Perang Dunia II. Selama perang, sebagian besar orang laki-laki menjadi tentara. Dengan sendirinya, wanita terpaksa mengisi lowongan kerja yang sebelumnya diisi laki-laki. Beribu-ribu wanita terpaksa bekerja di pabrik dan bahkan ada yang mengambil alih pimpinan perusahaan yang biasanya diduduki laki-laki. Hal seperti ini merupakan perubahan yang sangat besar bagi wanita, karena mereka menjadi sadar bahwa mereka tidak hanya mampu membuat kue dan mengganti popok bayi, melainkan juga mengelas pesawat terbang dan memimpin perusahaan.
Tiga peristiwa penting di atas menanamkan benih-benih perubahan yang besar dalam masyarakat, dan pengaruhnya terasa pada semua tingkatan, pada keluarga, perusahaan, dan pemerintahan.

Salah satu pengaruh yang paling besar yang diakibatkan karena kebebasan wanita itu terasa dalam keluarga. Karena demikian banyaknya wanita yang bekerja, kaum pria harus belajar mengerjakan tugas-tugas rumah tangga yang biasanya dikerjakan wanita, seperti memasak, membersihkan rumah, dan bahkan merawat anak. Pada beberapa keluarga bahkan terjadi pembalikan peran: suami tinggal di rumah mengurus rumah dan anak, istri mencari penghasilan untuk keluarga. Tetapi hal ini harus disikapi sebagai suatu perkecualian, bukan sebagai aturan. Dalam berbagai latar belakang budaya, suami masih berperan sebagai pencarti nafkah, sedang istri masih berperan sebagai pengurus rumah tangga.

Pengaruh kebebasan wanita tidak hanya terasa dalam kehidupan rumah tangga. Tetapi juga terasa pada jenjang pekerjaan. Makin lama, makin banyak wanita yang bekerja, dan mereka menuntut persamaan kesempatan menempati posisi serta persamaan dalam menerima upah. Dewasa ini, bukan merupakan hal yang luar biasa jika kita dengar ada pimpinan perusahaan yang dijabat wanita. Banyak perusahaan yang mendorong wanita menempati posisi puncak, dan setiap tahun makin banyak pula wanita yang lulus dari perguruan tinggi, menjadi dokter, ahli hukum, ahli akuntansi dan lain-lain.

Politik dan pemerintahan merupakan bidang lain yang terkena dampak gerakan kebebasan wanita. Sudah ada wanita yang menduduki posisi puncak dalam pemerintahan di beberapa negara, seperti misalnya Filipina, Bangladesh, dan lain-lain. Tak terhitung lagi berapa jumlah wanita di dunia ini yang menduduki jabatan menteri. Undang-undang persamaan hak pun dengan sendirinya muncul untuk memenuhi tuntutan keadaan.

Kesimpulannya, wanita sekarang berhasil mencapai kebebasan yang lebih besar yang menyebabkan perubahan yang sangat besar di masyarakat- di rumah, di lapangan kerja dan di pemerintahan. Walaupun mungkin kaum pria tidak senang melihat adanya perubahan ini, mereka harus sadar bahwa sebenarnya perubahan itu ditimbulkan sendiri oleh kaum pria. Kaum prialah yang menyebabkan terjadinya perang, ilmuwan-ilmuwan prialah yang menemukan dan memperjualbelikan alat-alat rumah tangga yang dapat menghemat tenaga, dan akhirnya kaum pria pula yang menemukan alat-alat pengendali kelahiran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s